KISAH NABI IBRAHIM DAN ASAL USUL QURBAN

October252012
Kisah Nabi kali ini saya hadirkan tentang Kisah Menakjubkan dari Nabi Ibrahim Alaihissalaam, sekaligus asal muasal syariat islam tentang penyembelihan hewan kurban. Peringatan Hari Raya Idul Adha mensyariatkan menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Zulhijjah selepas Shalat Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban ini memiliki kisah sendiri. Kala itu Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu untuk menyembelih anaknya, namun Allah SWT kemudian mengganti anak itu dengan seekor kambing. Kisah ini sumbernya adalah Al Qur'an, Surat Ash-Shaffat ayat 104-107. Dikisahkan bahwa setelah Nabi Ibrahim berpindah dari negeri kaumnya, ia memohon kepada Allah SWT agar dikarunia seorang anak yang saleh. Doa Nabi Ibrahim dikabulkan Allah SWT. Tak lama kemudian istrinya, Hajar melahirkan seorang bayi mungil tampan rupawan yang diberi nama Ismail. Ketika Ismail lahir, Nabi Ibrahim as berusia 86 tahun. Ismail inilah yang kemudian menggantikan peran ayahnya untuk menyiarkan agama Allah. Namun, Allah SWT tengah menguji kepasrahan dan kesabaran Nabi Ibrahim as. Pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi agar menyembelih anaknya, Ismail. Sebanyak tiga kali mimpi, namun perintahnya juga sama, menyembelih anak kesayangannya itu. Akhirnya Nabi Ibrahim yakin bahwa itu merupakan perintah Allah SWT yang harus dilaksanakan. "Jika benar ini adalah perintah Allah, maka aku akan pasrah dan sabar," yakinnya dalam hati. Selanjutnya Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya itu kepada Ismail yang kala itu masih kecil. Ia ingin mendengar pertimbangan anaknya atas perintah itu. "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwaaku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?" tanya Nabi Ibrahim. Di luar dugaan, sang anak mengamini perintah dalam mimpi ayahnya. Ismail kecil, tidak merasa takut atau marah kepada ayah kandungnya karena ia yakin mimpi itu merupakan wahyu Allah SWT. "Wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang- orang yang sabar," kata Ismail. Keputusan Ismail itu dipilih sendiri dan bukan karena paksaan seseorang. Kemudian Ismail tidak lupa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar ia diberi kesabaran. Saat itu Ismail tidak mengandalkan kekuatan yang ada dalam dirinya, melainkan ia meminta kekuatan dari Allah SWT. Karena itu juga, Allah SWT mencatat nama Ismail sebagai golongan nabi- nabi yang sabar. Nabi Ibrahim semakin mantap menunjukkan kepasrahan dan kesabarannya menjadi hamba Allah SWT. Di satu sisi, ia bersyukur karena juga dikaruniai anak yang pasrah dan sabar. Kemudian ayah dan anak itu pergi ke sebuah tempat yang tinggi. Di atas tempat itu Ismail dibaringkan dan bersiap untuik disembelih oleh ayahnya. Namun, ketika semuanya sudah siap, dan melaksanakan perintah Allah SWT, Allah SWT menurunkan wahyu. Sesaat setelah peristiwa itu, Allah SWT membalasnya dengan balasan yang setimpal. Allah SWT menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar. Allah SWT berfirman, ْﺪَﻗ ُﻢﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ﺎَﻴْﻧَﺃ ُﻩﺎَﻨْﻳَﺩﺎَﻧَﻭ َﻚِﻟَﺬَﻛ ﺎَّﻧِﺇ ﺎَﻳْﺅُّﺮﻟﺍ َﺖْﻗَّﺪَﺻ َّﻥِﺇ َﻦﻴِﻨِﺴْﺤُﻤْﻟﺍ ﻱِﺰْﺠَﻧ ُﻦﻴِﺒُﻤْﻟﺍ ُﺀﻼَﺒْﻟﺍ َﻮُﻬَﻟ ﺍَﺬَﻫ ٍﻢﻴِﻈَﻋ ٍﺢْﺑِﺬِﺑ ُﻩﺎَﻨْﻳَﺪَﻓَﻭ Artinya: "Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, Sesungguhnya Demikianlah Kamitmemberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.." (QS. Ash-Shaaffat: 104-107). Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah SWT dan wajib melaksanakannya. Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail, Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji. Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan sembelihan besar adalah kambing atau domba. Nabi Ibrahim as berhasil meraih predikat Khalilullah (kekasih Allah) karena telah mampu mengorbankan sesuatu yang dicintainya berupa anak, demi mencapai kecintaan kepada Allah SWT. Peristiwa inilah yang selalu kita peringati setiap tahun dengan anjuran menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha.
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

6 tanggapan untuk "KISAH NABI IBRAHIM DAN ASAL USUL QURBAN"

dirland pada 12:34 AM, 26-Oct-12

mrgreen Postingannya Menarik Masta....
Keren...keren.....

Hadi Is pada 01:16 PM, 26-Oct-12

malam, kawan..

ROAD TO HELL JALAN KE NERAKA pada 01:54 PM, 26-Oct-12

Met Malam smile
Mampir Sejenak MengUpdate Berita dari Blog Anda rolleyes
Terimakasih selalu hadir di blog kita
http://roadtohell.mywapblog.com

daus pada 03:47 AM, 27-Oct-12

kisah ok tuh

IÑéB pada 04:28 AM, 27-Oct-12

All@ thank buat kalian smua yg udah slalu hadir dlm p0st q,

Jangan lupa di follow ya, q jga akn datang ke post kalian. 1x lg thank.

Java games pada 03:42 PM, 27-Oct-12

Artikel yang bermanfaat thanks ea dah berbagi di tunggu kunbal dan folbacknya di
Obozz.mywapblog.com

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

 
Kembali ke Atas